paus-fransiskus-bubarkan-legiun-kristus-di-peru-setelah-penyelidikan-mengungkap-pelanggaran-serius

mittvsfact – Paus Fransiskus telah mengambil keputusan tegas dengan membubarkan kelompok Katolik yang sangat berpengaruh di Peru, setelah penyelidikan internal menemukan adanya pelanggaran ‘sadis’ yang dilakukan oleh anggota kelompok tersebut. Keputusan ini diumumkan dalam sebuah pernyataan resmi dari Vatikan pada hari Selasa, yang menyebutkan bahwa kelompok tersebut, yang dikenal sebagai “Legiun Kristus”, telah melakukan berbagai pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi oleh Gereja Katolik.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Vatikan dimulai pada tahun 2023 setelah menerima laporan dari beberapa mantan anggota dan korban yang mengklaim adanya pelecehan seksual, eksploitasi, dan penyalahgunaan kekuasaan dalam kelompok tersebut. Tim penyelidik yang terdiri dari para uskup dan ahli hukum gereja melakukan wawancara mendalam dengan lebih dari 100 saksi dan mengumpulkan bukti dokumenter yang signifikan.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa beberapa pemimpin dan anggota Legiun Kristus terlibat dalam pelanggaran serius, termasuk pelecehan seksual terhadap anak-anak dan remaja, eksploitasi ekonomi, serta penyalahgunaan kekuasaan untuk mengendalikan dan memanipulasi anggota kelompok. Temuan ini sangat mengkhawatirkan dan menunjukkan adanya masalah struktural dalam kelompok tersebut yang memungkinkan pelanggaran ini terjadi selama bertahun-tahun.

Keputusan Paus Fransiskus untuk membubarkan Legiun Kristus telah menimbulkan slot server kamboja berbagai reaksi dari komunitas Katolik di Peru dan di seluruh dunia. Banyak yang mendukung keputusan ini sebagai langkah penting untuk membersihkan Gereja dari elemen-elemen korup dan melindungi umat dari pelanggaran serius. Namun, ada juga yang merasa prihatin tentang dampak dari pembubaran ini terhadap anggota kelompok yang tidak terlibat dalam pelanggaran tersebut.

Vatikan telah mengumumkan bahwa semua aset dan properti yang dimiliki oleh Legiun Kristus akan disita dan dialihkan ke badan amal gerejawi. Selain itu, para korban pelanggaran akan diberikan dukungan dan kompensasi yang sesuai. Paus Fransiskus juga telah menunjuk seorang administrator apostolik untuk mengawasi proses pembubaran dan memastikan bahwa semua tindakan yang diperlukan dilakukan dengan adil dan transparan.

Dalam pernyataannya, Paus Fransiskus menyatakan bahwa Gereja tidak akan mentoleransi pelanggaran apa pun dan akan terus berkomitmen untuk membersihkan diri dari elemen-elemen yang merusak. Beliau menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap semua umat, terutama yang paling rentan.

“Keputusan ini tidaklah mudah, tetapi merupakan langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa Gereja tetap menjadi tempat yang aman dan suci bagi semua umat. Kami berdoa agar semua korban mendapatkan keadilan dan pemulihan, dan kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri agar tidak ada lagi pelanggaran serupa di masa depan,” ujar Paus Fransiskus.

Pembubaran Legiun Kristus oleh Paus Fransiskus menandai momen penting dalam sejarah Gereja Katolik di Peru dan di seluruh dunia. Keputusan ini menunjukkan komitmen Gereja untuk menghadapi masalah internal dan melindungi umat dari pelanggaran serius. Semoga langkah ini menjadi awal dari perubahan positif dan pemulihan bagi semua yang terkena dampak.

By admin